Minggu, 02 Juni 2013

MAKALAH SENI TARI


DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI  ……………………………………………………………………………………………..        1
BAB I         PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang    …………………………………………………………………..        2
B.     Tujuan Penulisan  ………………………………………………………………..        3
C.     Batasan Masalah    ………………………………………………………………..        3
BAB II        LANDASAN TEORI
A.     Sejarah Seni Tari Banjar    ……………………………………………………..        4
B.     Jenis-jenis Tari Banjar  ………………………………………………………...        4
BAB III      PEMBAHASAN                                                                                            
A.     Sejarah Tari Baksa Panah    ……………………………………………………      11
B.     Sinopsis Tari Baksa Panah     …………………………………………………      12
C.     Kelengkapan   ………………………………………………………………………      12
D.     Properti yang Digunakan    ……………………………………………………      12
BAB IV       PENUTUP
A.     Kesimpulan   ………………………………………………………………………..      13




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Perjalanan dan bentuk seni tari di Indonesia sangat terkait dengan perkembangan masyarakatnya, baik ditinjau dari struktur etnik maupun dalam lingkup Negara Kesatuan. Jika ditinjau sekilas perkembangan Indonesia sebagai Negara kesatuan, maka perkembangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang keadaan masyarakat Indonesia.
Pada saat itu, Amerika Serikat dan Eropa secara politis dan ekonimis menguasai seluruh Asia Tenggara, kecuali Thailand. Menurut Soedarsono (1977), salah seorang budayawan dan peneliti seni pertunjukkan Indonesia, menjelaskan bahwa, “Secara garis besar perkembangan seni pertunjukkan Indonesia tradisional dangat dipengaruhi oleh adanya kontak dengan budaya besar dari luar (asing). Berdasarkan pendapat Soedarsono tersebut, maka perkembangan seni pertunjukkan tradisional Indonesia hingga saat ini, maka masyarakat sekarang merupakan masyarakat Indonesia dalam lingkup Negara Kesatuan. Tentu saja masing-masing periode telah menampilkan budaya yang berbeda bagi seni pertunjukkan, karena kehidupan kesenian sangat tergantung pada masyarakat pendukungnya.




B.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini digunakan memenuhi tugas dari guru bidang studi dan juga kita sebagai generasi penerus bangsa senantiasa diharapkan untuk menjaga dan melestarikan salah satu warisan nenek moyang kita.

C.     Batasan Masalah
Dalam membuat makalah ini, penulis membatasi pembahasan yaitu :
Seni Tari Baksa Panah













BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Sejarah Seni Tari Banjar
Seni tari suku banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (keraton), dan seni tari dikembangkan oleh rakyat. Seni tari keraton ditandai dengan nama “Baksa” yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya. Tari-tari ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu, semenjak zaman hindu, namun gerakan dan busananya telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi dewasa ini. Contohnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adab islam mengalami sedikit perubahan.

B.     Jenis-jenis Tari Banjar
Ada bermacam-macam jenis seni tari daerah banjar, yaitu :
1.      Tari Gandut
Bagandut jenis tari tradisional berpasangan yang di masa lampau merupakan tari yang menonjolkan erotisme penarinya mirip dengan tari tayub di Jawa dan ronggeng di Sumatera, Gandut artinya tledek (Jawa).
Tari Gandut ini pada mulanya hanya dimainkan di lingkungan istana kerajaan, baru padfa kurang lebih tahun 1860-an tari ini berkembang ke pelosok kerajaan dan menjadi jenis kesenian yang disukai oelh golongan rakyat biasa. Tari ini dimainkan setiap ada keramaian. Misalnya acara malam perkawinan, hajad, pengumpulan dana kampung dan sebagainya.
Tari Gandut sebagai hiburan terus berkembang di wilayah pertanian seluruh Kerajaan Banjar, dengan pusatnya di daerah Pandahan, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.
Tari Gandut sejak tahun 19660-an sudah tidak berkembang lagi. Faktor agama Islam merupakan penyebab utama hilangnya jenis kesenian ini ditambah lagi dengan gempuran jenis kesenian modern lainnya. Sekarang Gandut masih bisa dimainkan tetapi tidak lagi sebagai tarian aslinya hanya sebagai pengingat dalam pelestarian kesenian tradisional Banjar.
2.      Tari baksa Dadap
Merupakan salah satu jenis tari klasik banjar yang disebutkan dalam Hikayat Banjar. Tarian ini masih dipertunjukkan di keraton Banjar menurut laporan orang-orang Belanda yang mengunjungi keraton Banjar terakhir. Dalam mempersembahkan tarian ini para penari memegang busur dan anak panah yang dipanggil dadap. Mereka melompat dengan senjata ini, sambil mengangkat sebelah kaki, bergerak dengan amat cepat. Seolah-olah mereka terpaksa mempertahankan diri dari serangan yang datang dari semua sudut.
3.      Tari Baksa Panah
Sebuah tari tradisional jenis klasik yang mengungkapkan keterampilan seorang satria dalam menggunakan busur dan anak panah pada waktu berburu binatang ditengah hutan.
4.      Tari Baksa Hupak
Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam Hikayat Banjar.

5.      Tari Baksa Kembang
Merupakan jenis tari klasik Banjar sebagai tari penyambutan tamu agung yang datang ke Kalimantan Selatan, penarinya adalah wanita. Tari ini adalah merupakan tari tunggal dan dapat dimainkan olehb beberapa penari wanita.
Tari baksa kembang termasuk jenis tari klasik yang hidup dan berkembang di keraton Banjar, yang ditarikan oleh putri-putri keraton. Lambat laun tarian ini menyebar ke rakyat Banjar dengan penarinya galuh-galuh Banjar.
6.      Tari Baksa Kantar
Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam Hikayat Banjar.
7.      Tari Baksa Kupu-Kupu Atarung
Merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar yang disebutkan dalam Hikayat Banjar.
8.      Tari Baksa Lilin
Merupakan jenis tari klasik Banjar dengan gerakan membawa lilin.
9.      Tari Baksa Tameng
Merupakan jesni tari klasik Banjar dengan menggunakan taming/tameng (perisai) yang disebutkan dalam Hikayat Banjar. Dalam tarian ini sebuah perisai kecil yang dinamakan taming, dan sebilah keris terhunus dipegang. Tarian ini dimulai dengan perlahan-lahan dan dengan penuh hormat dan kemudian sedikit demi sedikit menjadi lebih cepat dan lebih liar, seolah-olah menggambarkan suatu pertarungan.
10. Tari Baksa Tumbak
Merupakan salah satu jenis atri klasik Banjar yang disebutkan dalam Hikayat Banjar.
11. Tari Balatik
Latik artinya tunas, balatik artinya bertunas. Tarian ini menggambarkan tumbuhnya tunas-tunas muda seniman tari Banjar.
12. Tari Baleha
Merupakan jenis tari berpasangan.
13. Tari Batarasulan
Merupakan jenis tari berpasangan.
14. Tari Bogam
Bogam adalah rangkaian bunga mawar dan melati. Tarian ini merupakan tari selamat datang dengan mempersembahkan kembang bogam kepada para tamu.
15. Tari Dara Manginang
Tarian ini menggambarkan anak dara yang sedang menginang.
16. Tari Garah Rahwana
Tarian yang menggambarkan sifat antagonis tokoh Rahwana dalam wayang Banjar.
17. Tari Hantak Sisit
Merupakan jenis tari berpasangan.
18. Tari Hanoman
Tarian yang menggambarkan tokoh Hanoman pada cerita Ramayana dalam wayang banjar.
19. Tari Japin Batuah
Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dan Melayu, semua penari adalah wanita.



20. Tari Japin Bujang Marindu
Merupakan jenis tari berpasangan yang diambl dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dan Melayu. Tari menggambarkan kerinduan seseorang kekasih setelah lama pergi merantau kemudian kembali ke kampung halaman.
21. Tari Japin Dua Saudara
Tarian yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dan budaya Melayu.
22. Tari Japin Hadrah
Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam yang mengangkat kesenian hadrah ke dalam gerak tari yang dinamis, semua penari adalah wanita.
23. Tari Japin kuala
Merupakan tari yang diambil dari gerak lagu tari zafin yang bernafaskan Islam yang bergaya daerah Banjar Kuala. Penarinya pria dan wanita berpasangan.
24. Tari Japin Pasanggrahan
Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam dengan semua penarinya adalah wanita.
25. Tari Japin Rantauan
Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam.
26. Tari Japin sisit
Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam. Penarinya adalah wanita dengan menggunakan busana baju kurung sisit.
27. Tari Kuda Gepang
Tari prajurit berkuda (kavaleri), merupakan pengaruh budaya Jawa.
28. Tari Ladon
Ladon merupakan nama pasukan kerajaan Banjar. Tarian ini menggambarkan tari keprajuritan dan semua penarinya laki-laki. Tari ini sering dibawakan sebagai tari pembuka pada kesenian mamanda yaitu teater tradisional Banjar, yang pertama kali berkembang dari daerah Margasari, Kabupaten Tapin.
29. Tari Maayam Tikar
Merupakan jenis tari khas dari Kabupaten Tapin yang menggambarkan remaja putri dari daerah Margasari, Kabupaten Tapin yang sedang menganyam tikar dan anyaman. Tari ini diciptakan oleh Muhammad Yusuf, ketua sanggar tari buana buluh merindu, dari kota Rantau.
30. Tari Ning Tak Ning Gung
Merupakan tari dolanan anak-anak yang menggambarkan anak-anak yang sedang bermain.
31. Tari Paris Tangkawang
Merupakan jenis tari berpasangan.
32. Tari Radap Rahayu
Merupakan tari semi klasik Banjar yang sering menyambut tamu agung dan ditarikkan dalam upacara perkawinan. Para penarinya adalah wanita.
33. Tari Rudat
Kesenian yang bernafaskan Islam dengan dominasi gerakan tari dalam posisi duduk.
34. Tari Sinoman Hadrah
Kesenian yang bernafaskan Islam dengan dominasi gerakan tari dalam posisi berdiri.

35. Tari Tantayungan
Tarian ini mempresentasikan kisah dalam tokoh pewayangan. Sehinggan tarian ini terkesan hidup lantaran diselingi dengan dialog kelompok penari.
Sayang sampai saat ini keberadaan tari Tantayungan telah hilang tergerus zaman.
36. Tari Tanggui
Tari yang menggambarkan para wanita yang memakai tanggui yaitu sejenis topi lebar.
37. Tari Tameng Cakrawati
Tari yang menggambarkan seorang istri (Cakwarati) yang melanjutkan perjuangan suaminya melawan penjajah Belanda.
38. Tari Tirik Kuala
Merupakan jenis tari tradisional yang bergaya tirik, yaitu jenis tari dan lagu yang bergaya daerah Hulu Sungai. Dengan diiringi lagu tirik japin.
39. Tari Tirik Lalan
Merupakan jenistari tradisional berpasangan (pergaulan) yaitu penari putra dan putri yang bergaya tirik yaitu jenis tari yang berasal dari Hulu Sungai.
40. Tari Topeng Kelana
Merupakan jenis tari topeng dengan tokoh kenala, tari ini merupakan pengaruh budaya Jawa.
41. Tari Topeng Wayang
Merupakan jenis tari berpasangan.



BAB III
PEMBAHASAN

A.     Sejarah Tari Baksa Panah
Tari baksa panah tumbuh dan berkembang sejak abad XVIII yaitu pada jaman Sutar Pasir. Penciptanya pangeran Prabu, karena lahirnya dikeraton maka digolongkan jenis tari klasik. Lahir berdasarkan kebutuhan hiburan bagi tamu-tamu yang berkunjung ke keratin dan pelengkapan pada upacara-upacara tertentu. Terlepas dari asal penciptanya, pengaruh kebudayaan Jawa, disini ada sedikit terasapada tari Baksa Panah, ini terlihat dari perangkat gamelan sebagai penggiring tari tersebut. Dari unsur gerak juga ada kesamaan dengan bebrapa tari jawa, namun demikian masih terdapat perbedaan yang mendasar pada desain gerak dan kualitas gerak, dan pada tari Bakasa Panah ini masih terasa nuansa banjar yang spesifik.
Tari Baksa Panah tidak hanya digelarkan di keraton tetapi juga mulai berkembang di kalangan masyarakat biasa. Hal ini karena tuntutan akan hiburan, oleh karena itu perkembangan Tari baksa panah pada kurun waktu tersebut selalu mendapatkan perubahan, baik dalam pertunjukan maupun pada pola garapannya, disesuaikan pada kebutuhan masyarakatnya.

B.     Sinopsis Tari Baksa Panah
Sebuah tari tradisional jenis klasik yang mengungkapkan keterampilan seorang satria dalam menggunakan busur dan anak panah pada waktu berburu binatang ditengah hutan. Didalam tari ini diperlihatkan keterampilan seorang satria tersebut membidik sasaran. Tari ini di iringi oleh seperangkat gamelan dengan dasar gerak tari klasik dan beberapa gerak dasar wayang gong yang dikembangkan.

C.     Kelengkapan
Busana yang dipergunakan dalam tari baksa panah adalah :
·        Baju poko
·        Celana ¼ sabuk
·        Pending
·        Selendang
·        Selendang layang
·        Giring-giring layang
·        Siwal tangan

D.    Properti yang Digunakan
Ada beberapa property yang digunakan dalam menarikan tarian Baksa Panah ini, yaitu :
·        Busur dan anak panah
·        Kuda-kuda
·        Ketopon(subrah)

BAB IV
PENUTUP

Dari pembuatan makalah diatas, penulis berhasil menyimpulkan beberapa hal yang berhubungan dengan pembahasan di atas atau tentang pembahasan Tari Baksa Panah.
A.     Kesimpulan
Keragaman tari tradisi menjadi salah satu kekayaan Nusantara. Jenis tari tradisi disetiap daerah mempunyai fungsi sesuai dengan pola kehidupan masyarakat daerah tersebut. Berdasarkan perannya dalam kehidupan masyarakat, jenis tari dapat dikelompokan menjadi tari upacara, tari hiburan dan tari tontonan. Setiap jenis tari tersebut mempunyai ciri-ciri tertentu, baik dilihat dari tujuannya, kostumnya, maupun gerakanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar